Text
PROSES PENYAMAKAN ZEEMLEER (CHAMOIS) KULIT KELINCI DENGAN MINYAK JARAK TERHADAP UJI PENYERAPAN AIR dan KELEMASANNYA UNTUK LAP KACA MATA
Zeemleer atau chamois adalah kulit yang disamak dengan minyak. Minyak jarak
merupakan salah satu bahan penyamak minyak yang berasal dari tumbuh-tumbukan
yang dapat diaplikasikan dalam berbagai kulit. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui
potensi kulit kelinci magetan untuk dibuat lab kaca mata, yang sebelum di proses
minyak jarak sebagai oil tanning. Kulit yang digunakan dalam penelitian 30 lembar kulit
kelinci, dan bahan pembantu yang digunakan antara lain natrium sulfida (Na2S), kapur,
cismolan ual, ammonium sulfat bating,degreasing agent, novaltan PF, minyak jarak,
dan Na2CO3, alat dan mesin timbangan analitik, ember, gelas, timbang, pengaduk,
pisau cutter, mesin shaving, mesin buffing, mesin staking, kuda kuda, indicator PP,
indicator BCG, kertas pH, Softnes tester, petridisk, penset, gelas beker. Proses
penyamakan mulai dari BHO, Pretanning, oil Tanning, dan Finishing, selanjutnya
dilakukan pengujian kelemasan dan penyerapan air. Kulit zeemleer yang disamak
dengan minyak jarak secara organoleptis kulit hasil samaknya tidak berbau, warna
putih, dan lemas dengan nilai kelemasan 5.35, hasil penyerapan air tertinggi pada
penggunaan minyak jarak 15% untuk waktu 2 jam nialinya 469.45, 24 jam 475.09. Dari
hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa kulit kelinci magetan sangat berpotensi
digunakan untuk lap kaca mata dengan menggunakan minyak jarak sebagai bahan
penyamaknya, penggunaan minyak yang berfariasi tidak berpengaruh terhadap hasil
uji penyerapan air dan kelemasan, dan kualitas kulit kelinci chamois yang disamak
dengan minyak jarak memenuhi Standar Nasional Indonesia No 06-1752-1990.
Kata kunci : Kulit Zeemleer kelinci, Minyak jarak, Penyerapan air, Kelemasan
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain