Text
Pengaruh Penambahan Garam Dengan Konsentrasi Berbeda Dalam Samak Bulu Kelinci Terhadap Suhu Kerut Ditinjau Melalui Analisis Differential Scanning Calorimeter (DSC) Dan Struktur Histologi Kulit Ditinjau Melalui Scanning Electron Microscope (SEM)
Kulit kelinci merupakan hasil samping yang dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan. Kulit kelinci yang mentah rentan terhadap pembusukan yang menyebabkan produk tersebut mudah rusak. Oleh karena itu perlu dilalukan penyamakan yang membuat kulit kelinci dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kulit kelinci awet garaman.. Material yang digunakan adalah kulit kelinci yang sudah diawetkan dengan penggaraman. Metode yang digunakan Scanning Electron Microscope (SEM). mengetahui pengawetan kulit dengan penggaraman terhadap indikator penting kualitas kulit yaitu shrinkage temperature. SEM dapat memeriksa material secara mikroskopik untuk membantu menjelaskan karakteristik fisik material. Sedangkan metode yang digunakan untuk mengukur shrinkage temperature adalah analisis thermal menggunakan differential scanning calorimeter (DSC) yang dioperasikan mulai suhu 4oC sampai dengan 440oC dengan aliran gas nitrogen
Kata kunci: kulit kelici, awet garaman, SEM, DSC
PD00000079 | 675.2072 Wib p | Ruang Karya Ilmiah | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain