Text
Reformulasi Finishing Kulit Sapi Artikel Upper Corrected Grain Box (CGB) Untuk Meningkatkan Ketahanan Lapisan Finishing Terhadap Pelarut Organik Melalui Pengujian Wicking Solvent Di PT X Di Indonesia.
Tugas akhir ini bertujuan meningkatkan ketahanan terhadap pelarut organik, ketahanan gosok, kerekatan (adhesion), dan ketahanan bengkuk (flexing) pada kulit corrected grain box (CGB) upper di PT X. Penelitian memodifikasi formulasi finishing dengan mensubstitusi jenis binder resin akrilik dan memvariasikan rasio pigment:binder. Metode eksperimen menggunakan tiga perlakuan: kontrol (formulasi standar), Trial 1 (binder termodifikasi dan rasio pigment:binder 1:4 dan 1:6), serta Trial 2 (peningkatan konsentrasi binder dan rasio 1:6, 1:5, 1:8). Pengujian ketahanan gosok, ketahanan terhadap pelarut (uji wicking dengan methyl ethyl ketone/MEK), kerekatan, dan ketahanan bengkuk mengacu pada standar ISO 11640. Hasil menunjukkan Trial 1 dan Trial 2 meningkatkan ketahanan terhadap pelarut secara signifikan (skor 4,5–5 vs. kontrol 1–4,5), melampaui standar. Ketahanan gosok tidak terpengaruh, dengan semua perlakuan mencapai skor maksimal (5). Kerekatan meningkat pada Trial 1 (kering: 3,98 kg/cm; basah: 0,82 kg/cm). Namun, Trial 2 gagal dalam ketahanan bengkuk (20.000 siklus) akibat kelebihan crosslinker dan binder yang menyebabkan lapisan rapuh, sedangkan kontrol dan Trial 1 bertahan hingga 100.000 siklus. Simpulan mengonfirmasi bahwa trial 1 merupakan perlakuan yang menghasilkan nilai pengujian yang terbaik di antara kedua perlakuan lain.
Kata kunci: kulit corrected grain, formulasi finishing, ketahanan pelarut, kerekatan, ketahanan bengkuk.
Bibliografi halaman 45-46
| TATPK25001398 | 17 TPK 2025 c.1 | Ruang Karya Ilmiah | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain